Tags

, , , , ,

Hai men! Cangcimeeeen! Kacang Kurcaci Semen!
Otak saya diare setelah melalui pekan ke-3 kuliah di semester ini! Butuh injeksi diapet atau neoentrostop di tepat di jidat sepertinya. Hih! Ditambah lagi laptop yang mulai ngadat dan gak bisa diajak kerja paksa sama. Entah apa yang salah laptop kesayangan saya satu-satunya ini (karena memang cuma punya satu) sering mati sendiri.

Lalu saya cari dimana sumber masalahnya, saya lihat dari control panel > hardware and sound, mulai dari mouse yang ternyata gak ada hubungannya dengan laptop yang mati sendiri, keyboard juga ternyata gak ada masalah. Sedikit lebih canggih saya periksa VGA nya siapa tau gak kuat buat buka MS Word (gak mungkin juga sih), karena gak mungkin lalu saya cek system komputernya, ketauan deh RAM-nya 2GB ; Processor-nya Intel Core i3 2,53 GHz ; system type-nya 32 bit.

Image

Image

Mungkin spesifikasi itu terlihat sangaaaaaaaaaaaaaat canggih ya? iya pada zamannya haha -_-
Kurang beruntungnya laptop ini adalah digunakan di tangan yang salah. Pertama saya masih belum bisa memaksimalkan semua fiturnya, misal mouse bisa loh diatur jadi sangat akurat dan tepat terutama saat saya mau menggunakannya saat membuat illustrasi di Adobe Illustrator. Sistem kerja paksa zaman kolonial belanda juga saya terapkan pada laptop ini, kadang saya mem-multitasking-kan program tanpa rasa ampun. Terutama saat deadline, saya bisa sekaligus buka Chrome, Adobe Illustrator, Adobe Photoshop, MS Word, Media Player, Modem, membaca file dari Hard disk external, dan semua itu dikerjakan kadang sampai pagi. Boom!

RAM yang berperan sebagai memori yg bersifat volatile (definisi volatile cari sendiri di google) dipaksa kerja semaleman, kasihan dia harus kerja ekstra berjibaku dengan banyak program sekaligus. Kayaknya butuh nambah RAM deh kalau gini caranya. Yah semoga laptop ini bisa sehat terus! Sampai tiba penggantinya yang tepat dan lebih ngebut!