Berawal dari bukunya si adis (@takdos), setelah baca buku ini naluri traveling main keluar saya semakin meningkat setinggi pohon toge, pohon toge yang tumbuh di everest. Apa lagi di bab terakhirnya, yang bikin saya berani untuk solotaraveling!

Orang yang cepet iri dilarang baca buku ini, SUMPAH!

Kalau mau main keluar bareng temen ada aja halangan, ujian lah, praktikum lah, kuliah lah, kepanitiaan lah, sunatan lah, pusing mikirin negara lah pokoknya ada aja alasan yang bikin rencana trip main keluar diundur bahkan batal.

Solotraveling jadi pilihan yang tepat gak tepat, tepat karena bisa pergi tanpa ikatan rencana atau kepentingan orang, bebas mau kemana dan rubah rencana. Tidak tepat ketika solotraveling tanpa rencana yang tepat, dan juga selalu bingung kalau mau foto narsis. Dan sangat gak tepat ketika liat traveler lain punya pasangan.

Akhirnya gue pun memulai solotraveling dengan tujuan utama Pulau Sempu di Malang Jawa Timur.

DSC00110

Daypack ‘gendut’ mau berangkat

Perjalanan dari Bogor( via Jakarta) ke Malang menggunakan kereta api ekonomi, Matarmaja. Sampai akhirnya saya sampai di Kota Malang. Banyak nilai-nilai yang bisa dipelajari selama perjalanan, bagaimana bisa mempercayai dan dipercayai orang asing, mengambil keputusan sendiri dan menanggung resiko sendiri, kadang saya juga jadi sangat religius karena merasa cuma Dia yang menemani perjalanan saya sendiri.

DSC00122

Daypack forever alone di kota malang, nasib seorang solotraveler

Cerita lanjutan di postingan berikutnya, efek kafein sudah habis ._.

(baca postingan lanjutannya)