Tags

,

Peluru-peluru air turun dari langit kota Jogja tengah malam itu, hujan di hari ke 25, bulan terakhir di 2012. Belum sampai jam 1 malam, hujan makin deras. Dari alun-alun utara Jogja gue dan delapan temen-temen yang lain pergi menuju ke rumah saudara dari Erma yang bersedia menyediakan tempat untuk bermalam, di Prawirotaman. Masjawa turun dari mobil menggendong ranselnya, pecah titik-titik hujan menabrak muka lelahnya. Semua ikut turun menyusul dan berlari-lari percuma menghindari basah. Thony, Angga dan gue gak turun dari mobil, kita lanjut menuju ke Wirobrajan. Rumah saudara Angga jadi tempat kami bertiga tidur bareng. Tapi beda ranjang. Sekali lagi, BEDA RANJANG.

Pagi di sudut jogja

***

Pagi hari, di Wirobrajan. Bahkan gue gak bisa inget waktu itu hari apa, entah senin atau kamis. Enak banget kayaknya males-malesan di kasur pagi itu, kalau aja gak ada janji untuk pergi ke UGM buat ketemu temen-temen dari persma Bulaksumur dan Balairung. Gak sempat buat ngobrol banyak dengan saudara dari Angga, yang pasti mereka ramah khas orang Jogja.

Ini Angga… Angga lagi di depan rumah….

***

Pohon tua di depan bangunan bermural, sudah banyak yang berkumpul di situ. Di situ mahasiswa-mahasiswa yang menajamkan pikiran kritisnya, karena di situ pena-pena bisa lebih tajam dari peluru karet di senayan, di situ ada tapi bukan hanya di situ.

Kami sampai di skret SKM Bulaksumur dan BPPM Balairung yang kebetulan satu pintu utama. Panjanglah perbincangan kami, sampai matahari tinggi menggantung. Gue gak akan banyak bahas tantang persma atau apa yang kami obrolkan.

Sebut saja ini Studi Banding

***

Siangnya kami lanjut wisata kulineeeeeeer! Makanan pembuka di Jogja! GUDEG!

Ini gudeg Yu Djum di daerah jakal, rekomen dari temen-temen di kampus tadi. Buat gue ini enak loh, apa lagi ada sambel kreceknya, jadi si manis gudegnya gak sendirian. Bisa juga ditambah pake ceker, telur, daging, atau kepala ayam. Gue sih pake kepala ayam, gak tau kenapa mungkin biar anti mainstream aja

Thony. Porsi kedua setelah bakso, lanjut gudeg

Dengan perut membusung kami pergi ke Malioboro. Sekadar cari souvenir, atau batik. Hari ini masih wisata jogja yang standar banget, gudeg dan malioboro. Malamnya kami gak nginep di Prawirotaman atau Wirobrajan, tapi di Gunung Kidul! Dan di sini keren parah…

Seniman jalan di Malioboro

Di gunung kidul, isi ‘bahan bakar’

bersambung…