“Sesungguhnya bukanlah kita (mahasiswa) yang mencoba KRS, tapi KRS lah yang mencoba kita”

Kata mutiara itu melintas di kepala saat masa uji coba KRS (kartu rencana studi) Online tanggal 2 juli kemarin. Itu uji coba atau cobaan? Di timeline saya banyak yang mengeluh lelet, kesalahan galat, susah masuk, bentrok, ribet. Padahal kalau dibandingkan dengan KRS manual yang harus mengurus lebih dari 10000 mahasiswa, lebih ribet mana?
Mahasiswa harus lebih bersabar, dan Web KRS juga harus bosan menjadi penguji kesabaran mahasiswa tiap semesternya.