Pelajaran dari Seorang Pebatik

“Jangan pernah berhenti belajar”

Kata di atas adalah pelajaran yang saya dapatkan ketika mendengarkan Ibu Sancaya Rini saat traning of trainer di hotel ibis Rabu lalu. Beliau adalah orang yang peduli dengan lingkungan, khususnya pada pemanfaatan pewarna alami untuk batik. Di usianya yang tidak muda lagi, Sancaya Rini justru banyak melahirkan ide hebat.

Sancaya Rini di TOT Biodiversity Warriors

Kita tentu bangga dengan budaya batik milik Indonesia. Tetapi semakin kemari kita lupa dengan batik yang benar-benar Indonesia. Ya, dahulu batik dibuat dari bahan-bahan alami. Sebut saja kayu nangka yang menjadi bahan pewarna kuning pada batik. Sekarang sebagian besar batik memakai pewarna sintetis. Bahkan ada batik yang diproduksi di luar Indonesia. Menyedihkan.

Sancaya Rini telah lama memanfaatkan bahan-bahan alami menjadi pewarna batik. Hal yang paling menakjubkan adalah hampir semua daun dan kayu dari tumbuhan apa saja bisa jadi bahan pewarna. Yang saya tahu kalau ada beberapa tumbuhan yang disebut sebagai bahan pewarna alami. Tapi tidak menurut Sancaya Rini, semua tumbuhan bisa dimanfaatkan secara arif.

Tidak mungkin kemampuan dan kreatifitasnya datang begitu saja. Tentu hal tersebut datang dari sebuah proses belajar yang panjang. Jangan pernah berhenti belajar.